Yayasan Mardhatillah Al Mumtazah Ciherang Picung Pandeglang




Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah atas izin Allah yg maha kuasa Yayasan Mardhatillah Al Mumtazah pada tahun ini ( 8 September 2019/ 8 Muharam 1441). bisa menyelenggarakan santunan anak yatim kami berharap kegiatan seperti ini bisa continue kami lakukan
Dan kami ucapkan Alhamdulillah terimakasih atas semua dukungan baik moril maupun materil yayasan dan pengurus serta segenap dewan asatiz dan para donatur yg sudah menyumbangkan sebagian hartanya  , dan mengsukseskan  pelaksanaan santunan yatim piatu perdana d lembaga Mardhatillah, berjalan dengan lancar. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan kepada kita semua. Aamiin Yaa Rabbal'Alamiin..
     Islam memotivasi setiap mukmin untuk memberikan kontribusi maksimal kepada umat dan orang lain. Islam sangat mencela orang yang hanya  berfikiran sempit dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. Riwayat yang mauquf dan lemah menyatakan; “Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah dari golongan mereka” (Abu Nu’aim dll), sangat masyhur menjadi stigma dan aib bagi orang yang cuek dan acuh tak acuh terhadap permasalahan dan musibah yang menimpa umat. Sebaliknya Islam sangat memuji orang yang dermawan, peduli, responsip terhadap problematika umat dan orang lain. Oleh karena itu Rasulullah Saw. bersabda; “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”. (al-hadits, lemah riwayat Thabrani)
Teguran Allah tersebut tertuju kepada orang-orang yang bersikap individualistis dan tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain khususnya anak yatim. Teguran ini menurut Imam As-Sa’di sebagai koreksi atas prinsip hidup yang lemah dan individualistis. Beliau berkata; “sesungguhnya perhatian orang yang terbatas pada lingkup kebutuhannya sendiri merupakan tanda-tanda ketakberdayaan dan kelemahannya. Orang semacam ini sangat dicela dan dihina oleh Allah Swt. karena tidak memperhatikan kebutuhan makhluk lain dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan”. (Taisirul Karimir Rahman: 1111)

Islam yang agung dan universal menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat tinggi. Islam mengajarkan untuk menyayangi mereka dan  melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan mereka. Banyak sekali ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang berbuat baik dan memuliakan anak yatim. Diantaranya;
 “Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak dan kaum kerabat serta anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (QS Al Baqoroh,2:83)
 “Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (Al Baqoroh,2:177)
 “Katakanlah, “Apa saja harta benda (yang halal) yang kamu infakkan, maka berikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat dan anak-anak yatim.” (QS Al Baqoroh,2:215)
 “Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al Baqoroh,2:220
(Utsman berita)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekolah Alma Mardhatillah Al Mumtazah